Honda Port Cub C 240

29 September 2013 Tinggalkan komentar

 1962 / HONDA PORT CUB C 240

 

 Technical Specification

 Engine

Air – Cooled – 4 st, Single OHV

Displacement

49 cc

Max Power

2.3 PS / 5.700 rpm

Max Speed

50 km / h

Dry Weight

54 Kg

Transmission

2 – Speed

HONDA SUPER CUB C 50

29 September 2013 Tinggalkan komentar

 1966 / HONDA SUPER CUB C 50

 Technical Specification

Engine

Air – Cooled – 4 st, Single OHC

Displacement

49 cc

Max Power

4.8 PS / 10.000 rpm

Max Speed

75 km / h

Dry Weight

69 Kg

Transmission

3 – Speed

Other

W / Centrifugal Clutch

Honda Motorcycle 50CC

29 September 2013 Tinggalkan komentar

C 100 Cub 50

Ca 100

Ca 102

C 102 1967

Eh, sistem tarikan gasnya unik lho

26 September 2013 Tinggalkan komentar


Putaran gas Honda C-70 tak seperti lazimnya motor biasa. Dia bukan model gulungan (rol). Begitu dipelintir tak otomatis langsung buka gas. Pasti ada losnya sedikit di awal putaran, lazimnya Honda Bebek produk 1970-an. Maklum, karakternya masih memakai sistem rel. Lewat pengait, kawat kabel gas digerakkan (ditarik) oleh uliran di dalam selonsong grip. Piranti seperti ini ada kelemahannya. Gesekan pengait rel kurang lancar. Berat ketika diputar dan bikin pegal pergelangan tangan. Enggak tertutup kemungkinan macet, bukaan gas ogah kembali ke posisi semula walau grip dilepas. Mesin teriak’ terus tak terkendali. Bajaj ditengah jalan bisa-bisa keseruduk dan…

Menurut Gutomo, punggawa bengkel Baron Motor di Pondok Gede, los pada putaran gas C-70 memang wajar. Malah kalau tak ada losnya puntiran gas jadi berat. Soalnya, tidak ada batas kelonggaran (celah) antara pengait dan rel. fungsinya sebagai ‘pengaman’, bila grip tak sengaja tersenggol tidak langsung buka gas.

Karena sudah tua, kait ulir pada grip gas pun jadi aus. Ini menyebabkan losnya makin gede. Mau diakali, agak sulit. “Struktur piranti selongsongnya tak mungkin bisa diubah,” wanti Gutomo.

Tapi jika rajin dirawat, keausan bisa dicegah. Operasi gas pun senantiasa enteng. Makanya, rajinlah melumasinya dengan gemuk. Jangan terlalu banyak, tipis-tipis saja.

Biar sip, bongkar saja selongsong gas. Gunakan obeng kembang untuk membuka dua sekrup pengikat rumah tombol dan handel rem itu (gbr.1). Kalau susah, bantu dengan tang untuk menarik pengait keluar (gbr.2). Uraikan pengait kabel di dalam pipa setang lalu bersihkan segala kotoran yang menempel (gbr.3).

Beres membersihkan kotoran  rel dan pengait di setang, giliran selanjutnya selongsong grip bagian dalam. Setelah kelar, lumuri gemuk di permukaan pengait. Secukupnya  saja, yang penting gesekan pengait licin dan tidak tersendat (gbr.4). Jangan lupa, lumuri juga bagian dalam selongsong supaya ulirnya bekerja sempurna.

Sumber M+

Usir Iler Motor C-70

26 September 2013 Tinggalkan komentar

Ciri paling kentara motor tua, mesinnya kusam kena rembesan oli biasa disebut ngiler alias ngeces. Meski tidak sederas air terjun, pemilik motor C-70 mengeluh. Penyakit Uzur ini sukar diusir.

“Semua gasket atau paking harus diganti lebih tebal dari aslinya,” kata Azis Kosasih dari Dasa Motor, Jl. Dasa Raya, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dia biasa menyiasati masalah motor tua.

Pemasangan paking lebih tebal sebagai antisipasi bibir bak mesin atau silinder motor tua tidak serata kala baru. Dengan paking tebal, kedua bibirnya bisa saling mendekap.

Sumber M+

KLONING ONDERDIL C-70

25 Januari 2013 2 komentar

Kloning C-70

RAGAM NAMA HONDA C-70

13 Juni 2011 2 komentar

1. Pati, Kudus, Rembang      :

     Kaoto, Asal nama dari gagang serut kayu yang mirip dengan model setang.

2. Surabaya, Gresik              :

      Koentoel, (burung bangau) kalau lagi mengepakkan sayapnya mirip setang  Honda C-70.

3. Solo sekitarnya                 :

      Honda Pletuk. Diambil dari bunyi mesin, pletuk….pletuk.

4. Yogyakarta sekitarnya       :

      Si Pitung (bahasa jawa). Kependekan dari pitung puluh (70).

5. Sukabumi, Cianjur           :

     Onyo, berarti bebek.

6. Bekasi                               :

      Lenci. Telinga kelinci mirip setang.

7. Bandar Lampung              :

     Jangkrik. Tampak muka mirip jangkrik.

8. Pringsewu, Lampung        :

     Dungkul, yang artinya bebek.

9. Metro Lampung                 :

      Unyil, karena motornya kecil.

Sumber M+, Ototrend

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.105 pengikut lainnya.