KLONING ONDERDIL C-70

Kloning C-70

RAGAM NAMA HONDA C-70

13 Juni 2011 2 komentar

1. Pati, Kudus, Rembang      :

     Kaoto, Asal nama dari gagang serut kayu yang mirip dengan model setang.

2. Surabaya, Gresik              :

      Koentoel, (burung bangau) kalau lagi mengepakkan sayapnya mirip setang  Honda C-70.

3. Solo sekitarnya                 :

      Honda Pletuk. Diambil dari bunyi mesin, pletuk….pletuk.

4. Yogyakarta sekitarnya       :

      Si Pitung (bahasa jawa). Kependekan dari pitung puluh (70).

5. Sukabumi, Cianjur           :

     Onyo, berarti bebek.

6. Bekasi                               :

      Lenci. Telinga kelinci mirip setang.

7. Bandar Lampung              :

     Jangkrik. Tampak muka mirip jangkrik.

8. Pringsewu, Lampung        :

     Dungkul, yang artinya bebek.

9. Metro Lampung                 :

      Unyil, karena motornya kecil.

Sumber M+, Ototrend

JULUKAN C-70

Namanya jagoan mesti punya banyak julukan. Si tendangan maut, si jotosan berantai atau malah si botak berambut panjang. Nah, ini juga berlaku buat sang legenda C-70. Motor ini punya banyak julukan. Tiap daerah berbeda-beda.

“Semua ada artinya,” cetus Sumartono. Doi sesepuh Perkumpulan Sepeda Motor Honda (PSMH) C-70 Surabaya. Kita sisir dari daerahnya dia. Di kota Pahlawan, C-70 punya dua gelar si Ulung dan Kuntul. Keduanya mengacu pada setang C-70. Ulung, nama lain elang, dan Kuntul sejenis bangau. “Kemudi C-70 kan mirip bentangan sayap elang dan bangau,” dalih pria 61 tahun itu.

Geser ke barat, Kediri. Di kota rokok itu, setir pun jadi acuan. Kali ini berngaran Kalong, mungkin karena punya sayap mirip kalong.

Sedangkan di Madiun, sebutan C-70 masih sekitar bebek. Tapi, “Karena C-70 kecil, jadi Minthi. Maksudnya, anak bebek,” enteng Mbah Tomo.

Di Ponorogo, C-70 berganti nama jadi Sungu. Arek kota reog mengibaratkan setang C-70 seperti tanduk kerbau. Lha boso jowone tanduk itu sungu.

Nyebrang dikit ke pulau garam, Madura, namanya lain lagi, yakni Belalang. “Saya ndak ngerti maksudnya apa,” jujur Mbah Tomo. Mungkin lantaran lampunya yang belok kayak mata belalang. Ini baru hipotesis, ceile….Kalau salah, mohon dipersori, silaken direvisi.

Sampai di Pulau Dewata, di kolom nama KTP C-70 tercantum ‘Seven Jeblok’. “Mungkin karena pengaruh luar negeri. Seven, bahasa Inggris artinya tujuh. Sedangkan jeblok, bermakna nol,” timpal Sugeng Purwanto, humas PSMH.

Terakhir, nama paling beken, yaitu si Pitung. Pitung jadi sebutan nasionalnya. Kasak-kusuknya, Pitung itu plesetan dari ‘pitung puluh’. Lagi lagi bahasanya orang Jawa, artinya tujuh puluh.

Agak ke Barat, di Bekasi panggilannya Klenci. Apaan tuh? Jangan bingung, itu cara orang Bekasi mengucapkan Kelinci.

Khusus di Jakarta julukan Pitung terasa pas. Kebetulan jagoan legenda orang Betawi, Bang Pitung. Ner gak? Ner dong.

Sumber M+, Ototrend

TECHNICAL SPESIFICATION C-90

13 Juni 2011 4 komentar


Type : Air Cooled, Single Cylinder, 4 Stroke, Chain Driven, Overhead Camshaft, Cylinder Inclined at 80 0 from vertical.

Bore & Stroke : 50 mm x 45.6 mm (1.9685 ins x 1.7953 ins)

Cylinder Capacity : 89,535 cc (5.463 cu ins)

Compression Ratio : 8.2-1

Carburettor : Keihin Piston Valve Type

Ignition : Coil

Battery : 6 volt 6 A.H

Lubrication System : Wet Sump

Oil Capacity : 0,9 Litre (1.b pints)

Starting Method : Kick start

Spark Plug : N.G.K. D-6HW or D6HS

Clutch : Automatic Centrifugal Type

Transmission :  3 Speed, Operated by left foot gear change lever

Primary Reduction : 3.72

Gear Ratios :

1st   2:538               2nd   1:555             3rd   1:000

Final Reduction : 2.857

Maximum Power : 7.5 PS @ 9.500 R.P.M

Maximum Torque : 0.67 kg-m @ 6.000 R.P.M (4.8 lbs ft)

 

FRAME

Type : Tubular and Pressed Steel, Open Frame Type

Front Suspension : Leading Link Type Pressed Steel Fork

Rear Suspension : Swinging Arm Type

Tyres :

Front : 2.50×17 (4PR)

Rear : 2.50×17 (4PR)

Tyres Pressures :

Front: 1.7 kg-cm2      (24 lbs so ins)

Rear : 2.1 kg-cm2       (30 lbs so ins)

Brakes : 

Front : Internal Expanding Type

Rear  : Internal Expanding Type

Petrol Tank Capacity :

Including Reserve 6.5 litres (9.7 pints)

Reserve 1 litres (1.78 imp pints)

Overall Length : 1830 mm (72.1 ins)

Overall Width : 640 mm (25.2 ins)

Overall Height : 995 mm (39.2 ins)

Ground Clearance : 130 mm (5.1 ins)

Seat Height : 760 mm (30.0 ins)

Curb Weight : 85 kg (187.4 lbs)

 

STANDARD EQUIPMENT :

Dual Seat, Pillion Footrests, Steering Lock, Helmet Holder Lock, Stop Light, Driving Mirrors, Winking Indicator Lights, Speedometer, and Toolkit.

 

TECHNICAL SPESIFICATION C-50

13 Juni 2011 2 komentar

 ENGINE UNIT

Type : Air Cooled, Single Cylinder, 4 Stroke, Chain Driven, Overhead Camshaft, Cylinder Inclined at 80 0 from vertical.

Bore & Stroke : 39 mm x 41.4 mm (1.535 ins x 1.63 ins)

Cylinder Capacity : 49 cc (3.0 cu ins)

Compression Ratio : 8.1-1

Carburettor : Keihin Piston Valve Type

Ignition : Flywheel Magneto

Battery : 6 volt 4 A.H

Lighting : Direct Headlamp 6 V – 25/25 W

Lubrication System : Wet Sump

Oil Capacity : 0,8 Litre (1.4 pints)

Starting Method : Kick start

Spark Plug : N.G.K. C7HS

Clutch : Automatic Centrifugal Type

Transmission :  3 Speed, Operated by left foot gear change lever

Primary Reduction : 3.722

Gear Ratios :

1st   3:363               2nd   1:722             3rd   1:190

Final Reduction : 3.000

Maximum Power : 4.8 PS @ 10.000 R.P.M

Maximum Torque : 0.37 kg-m @ 8,200 R.P.M (2.67 lbs ft)

FRAME

Type : Tubular and Pressed Steel, Open Frame Type

Front Suspension : Leading Link Type Pressed Steel Fork

Rear Suspension : Swinging Arm Type

Tyres :

Front : 2.25×17 (4PR)

Rear : 2.25×17 (4PR)

Tyres Pressures :

Front: 1.8 kg-cm2      (25.6 p.s.i)

Rear : 2.0 kg-cm2       (28.5 p.s.i)

Brakes : 

Front : Internal Expanding Type

Rear  : Internal Expanding Type

Petrol Tank Capacity :

Including Reserve 3 litres (5.28 imp pints)

Reserve 0,8 litres (1.4 imp pints)

Overall Length : 1795 mm (70.7 ins)

Overall Width : 640 mm (25.2 ins)

Overall Height : 975 mm (46.7 ins)

Ground Clearance : 130 mm (5.1 ins)

Seat Height : 760 mm (30.0 ins)

Curb Weight : 69 kg (1.52 lbs)

 

STANDARD EQUIPMENT :

Dual Seat, Pillion Footrests, Steering Lock, Helmet Holder Lock, Stop Light, Driving Mirrors, Winking Indicator Lights, Speedometer, Toolkit.

 

HONDA FIRST EDITION

First Honda

Type A 1947

Type D – dream 1950

Type Dream – E 1953

Type E

Type J.C

SEJARAH SINGKAT PENDIRI HONDA

5 Juni 2011 2 komentar

Sukses Honda bermula dari sebuah dusun dekat Hamamatsu, Jepang. Di situ lahir Soichiro Honda, putra seorang pandai besi miskin.

Beranjak dewasa, dia pergi ke Tokyo dan bekerja di bengkel reparasi mobil, lewat kejeniusannya, dia mampu mendirikan institut penelitian teknik atas namanya sendiri. Dari keuntungan yang didapat, Soichiro membeli 500 mesin bekas perang yang nantinya dirakitnya jadi sebuah motor sederhana.

Rentang 1948-51, Institut Teknik Honda membangun Honda Motor Co. Ltd dan membuat Honda yang pertama berjuluk Dream (Impian). Ini motor sukses besar di pasaran hingga muncul varian-varian lain semisal Dream tipe E 146cc.

Antara 1952-58 ia bernafsu membuat Honda tipe F berbasis sepeda kumbang. Kapasitas mesin Cuma 50 cc dan punya tenaga 0,5 dk.

Cuma lima tahun setelah berdiri, mereka sudah mampu mengekspor produknya ke luar negeri. Tak lama berselang, motor-motor Benly J (A, B, C) dan Dream (6E, SB,SA) sudah membanjiri pasar domestik jepang.

Untuk menjaga kualitas, mereka juga membentuk divisi Penelitian dan Pengembangan (Research & Development) pada 1957 di daerah Shirako (sekarang Saitama). Lembaga ini giat menjalankan riset agar mesin Honda semakin ok!

Sejarah mencatat kalau varian Benly jadi yang terpenting dalam sepak terjang mereka. Buktinya, mereka ikutan balap motor di Inggris, Tourist Trophy (TT) atau Isle Of Man. Disana dikebut tipe RC 142 yang berbasis Benly. Di balapan TT itu, mereka mampu menggondol hadiah beregu tahun 1959, sebagai bebuka keperkasaan Honda di kancah balap.

Rentang 1959-60 dibukakan ‘pintu’ dunia lewat lahirnya anak perusahaan Honda di Amerika (American Honda Motor. Co. Inc., 1959). Debut ini sukses besar hingga mereka kudu membuat pabrik superbesar di Suzuka Jepang guna memenuhi kebutuhan sekaligus membangun sirkuit Suzuka barengan pemerintah Jepang (1962). Lihat tuh! Untuk varian Super Cub aja, terjual 15 juta unit (angka statistik Desember 1983).

Nggak puas, antara 1961-65 berdiri lagi European Honda (sekarang jadi Honda Deutschland G.M.B.H) pada 1961. juga Honda Belgium (Honda Benelux N.V) pada 1962 yang banyak membuat moped. Dari dua perusahaan ini, bikers Perancis dan Inggris kebanjiran produk mereka. Tak aneh kalau total keuntungan mereka tahun 1965 mencapai 100 miliar Yen.

Puas main-main di motor, ‘kekuatan kuning’ ini gatel bikin mobil tahun 1962. debut awalnya pick-up ringan T360 dan mobil sport S360. Tahun 1964 mereka sudah bikin mobil cepat S600 yang disambut hangat penikmatnya.

Hebat nggak tuh?

Sumber M+

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.890 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: